
Selasa (16/05/2024), masih dalam suasana lebaran, MTsN 6 Ponorogo memanfaatkannya dengan mengadakan Halal bi Halal pada Guru dan Karyawan. Pada hari itu jugA merupakan hari pertama masuk sekolah, usai libur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445H.
Dalam kesempatan ini, kegiatan Halal bi Halal tersebut bertempat di Aula Ma’had Al Muttaqien. Bahkan kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Dr. H. Moh. Nurul Huda, M.Pd.I. Hadirnya beliau juga memberi motivasi bagi Guru dan Karyawan agar semangat dalam bertugas.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo, Nyamiran, S.Pd., M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya refresh untuk Bapak Ibu Guru dan Karyawan usai libur Idul Fitri 1445H. Dengan demikian, dapat membuat sebuah prestasi untuk lembaga yang di naungi.

“Dimanapun kita berada, dimanapun kita bekerja, kita harus bisa menciptakan sebuah prestasi dan menciptakan sebuah prasasti. Sehingga ketika kita sudah pergi, bisa meninggalkan sebuah prasasti.”
“Rawatlah dimana tempatmu bekerja, walaupun mungkin tempat itu belum bisa membuatmu kaya. Tetapi paling tidak, di sana rezeki kita berada. Maka dari itu, rumah kita ini MTsN 6 Ponorogo harus kita rawat sebaik-baiknya.
“Oleh karena itu, kami mengajak kepada semuannya mari kita bekerja mengikuti panggilan hati nurani,” jelas Nyamiran.

Sambutan Kepala Kemenag Ponorogo
Kemudian, Nurul Huda juga menuturkan bahwa pentingnya ikhlas dalam bekerja. Ia menjelaskan bahwa tariqahnya (guru & karyawan MTsN 6) sudah diberikan oleh Allah SWT.
“Pegawai dan Guru di Kementerian Agama harus mengatakan bahwa tariqahnya sudah diberikan oleh SWT yakni adalah di Kementerian Agama, salah satunya adalah di MTsN 6 Ponorogo ini,”
“Jika tariqahnnya sudah di Kementerian Agama, maka syariatnya juga harus di Kementerian Agama. Tentunya, Syariat yang diambil, mengadopsi, atau mengimplementasi, dari Al Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
“Sehingga, kalau tariqah dan syariatnya sudah ada di sini, harusnya hakikat dan ma’rifatnya juga ada di sini. Maka, harta, badan, jiwa, dan semuannya diinfaqkan untuk membuat prestasi dan untuk membuat prasasti,” tutup Nurul Huda.

