
Selasa (02/12) MTsN 6 Ponorogo melaksanakan penggalangan dana untuk seluruh warga madrasah. Hal ini dilakukan untuk mengajak seluruh guru/karyawan dan siswa siswi memberikan donasi kepada para korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Seperti diketahui, saat ini bencana baru saja melanda beberapa wilayah di Sumatera. Hal ini pastinya berdampak pada masyarakat sekitar. Sehingga menyebabkan ribuah rumah terendam banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga ruas jalan banyak yang terputus. Kondisi seperti inilah yang membuat Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo turut berempati dan memberikan perhatian kepada para korban.
Kepala MTsN 6 Ponorogo mengatakan bahwa sesama manusia memang sudah seharusnya saling membantu. Sehingga hal seperti ini sudah seharusnya dilakukan, sehingga bisa bermanfaat kepada orang lain.

“Sebagai bentuk rasa empati dan simpati belasungkawa serta keprihatinan atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami keluarga besar MTsN 6 Ponorogo dengan niat tulus ikhlas ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” kata Muhadi.
Walaupun tidak banyak, namun semoga dapat meringankan beban dan dapat digunakan dan dimanfaat untuk kebutuhan mereka. Kami merasa perlu melakukan ini, karena sebaik-baik manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Semoga bencana segera berakhir dan kita ambil hikmah dibalik musibah ini,” tutupnya.
Solidaritas antar sesama ini memang sangat dibutuhkan oleh kita, apalagi dalam kondisi yang darurat seperti ini. Kemudian penggalangan dana itu dikumpulkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. Selanjutnya akan disalurkan ke orang-orang yang berhak menerimanya.

Data Korban Bencana Alam
Kemudian data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyebutkan bahwa korban masih terus bertambah. Saat ini (hingga berita ini diterbitkan), jumlah korban meninggal ialah 659 orang dan 475 dinyatakan hilang. Kemudian wilayah yang terdampak ialah sebanyak 50 kabupaten. Di bawah ini adalah datanya :
Jumlah korban meninggal: 659 jiwa
Jumlah orang hilang: 475 jiwa.
Orang terluka: 2.600 jiwa.
Jumlah korban terdampak: 3,2 juta jiwa
Jumlah korban mengungsi: 1,1 juta jiwa.