
Rabu (24/04/2024) MTsN 6 Ponorogo gelar kegiatan dengan mendatangkan sosok inspirasi bagi siswa. Kegiatan tersebut bertajuk belajar bersama tokoh Inspiratif. Tokoh yang didatangkan ialah Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Ir. H. Joko Widodo. Tokoh tersebut bernama M. Faishal Akbar, yang asli dari Kota Reog, Ponorogo ini.
Kegiatan yang masih bertajuk Halal bi Halal tersebut diikuti oleh 150an siswa. Mereka terdiri dari siswa-siswi yang mengikuti Organisasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo. Seperti Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Dewan Galang (DG/Pramuka), Jurnalis, dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Indoor, yakni di Aula Ma’had Al Muttaqien. Dengan diadakannya acara ini bertujuan untuk melestarikan tradisi saling memaafkan. Selain itu, juga memberikan inspirasi kepada seluruh warga madrasah.
Pelaksanan kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 09.00 WIB. Lalu dilanjut dengan sambutan oleh kepala MTsN 6 Ponorogo, Nyamiran, M.Pd.I. Ia menjelaskan bahwa pentingnya bekerja keras dan berusaha untuk menggapai sebuah impain.

“di MTsN 6, saya ingin siswa siswi model untuk pembelajaran tidak hanya dari Bapak/Ibu Guru saja. Salah satunya adalah dengan model aslinya, seperti mas Faisal Akbar ini. Dia adalah seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres,” kata Nyamiran.
“Pada kegiatan pagi ini, saya mengambil tema belajar kepada tokoh inspiratif. Mengapa demikian, karena pada dasarnya setiap orang pasti memiliki tokoh yang diidolakan. Sehingga dengan ini, kalian bisa mencari idola yang baik dan idola yang benar.”
“Selain itu, untuk menggapai sebuah impian dan merubah nasib, bukanlah orang lain. Melainkan berasal dari diri kalian sendiri,” tutupnya.

Kata Dia
Dalam kegiatan tersebut, M. Faishal Akbar menyampaikan bahwa Alumni Madrasah juga bisa bersaing dengan yang lain. Ia sendiri merupakan siswa Alumni MI Ma’arif Ponorogo, Madrasah Tsanawiyah Darul Huda, dan MAN 2 Ponorogo.
Bahkan ia mengatakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh peserta didik. Menurutnya, hal paling berharga ketika masih dalam lingkup sekolah adalah mengikuti organisasi. Bahkan sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah, ia sudah malang melintang di lingkup organisasi. Seperti OSIM, Pramuka, hingga PKS.
“Dengan mengikuti organisasi, ini dapat menumbuhkan mental. Sebab setelah lulus dari Madrasah dan menuju ke perguruan tinggi atau manapun, modalnya cuma satu, yakni mental,” ucapnya.
“Kalian tumbuhkan rasa percaya diri kalian, push apa saja yang kalian mau. Kalian harus semangat dan jangan pantang menyerah. Jika kalian sekali saja menyerah, pasti kalian akan merasakan penyesalan selamanya,” ujarnya dalam sebuah motivasi.
