
Senin (22/05/2024) MTsN 6 Ponorogo sukses melaksanakan Asesmen Madrasah Berbasis Komputer (AMBK). Kegiatan tersebut dilakukan oleh kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo. Seluruh peserta ujian, datang ke madrasah dengan tertib dan rapi.
Asesmen Madrasah adalah program penilaian atau evaluasi terhadap peserta didik sebaai program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Lalu, mutu satuan pendidikan yang tersebut yang menjadi penilian adalah hasil dari belajar peserta didik. Tak terkecuali dengan kualitas proses belajar mengajar atau lingkungan belajar serta iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.
Sebelum pelaksanaan AMBK, seluruh peserta assesment kelas IX beserta wali murid dan guru untuk mempersiapkan psikologis siswa. Yakni diadakan sholat Hajat dan istighosah. Tak terkecuali, peserta juga berdoa kepada Alloh agar ujian berjalan dengan lancar serta ilmunya barokah.

Dalam kesempatan tersebut kepala MTsN 6 Ponorogo Bapak Nyamiran, M.Pd.I menyampaikan dalam sambutan. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang namanya anak bodoh, semua anak pasti pintar.
“Bahwa seorang guru tidak bisa membuat siswa itu pandai. Tapi guru hanyalah mengajar dan mendidik. Jika guru bisa membuat siswa itu pandai, maka tidak ada anak yang bodoh, pasti semuanya pintar. Namun ternyata, tidak seperti demikian. Yang paling penting adalah siswa belajar dengan rajin, hormat kepada guru serta selalu berdoa kepada Alloh. Hal ini bisa membuat ilmunya menjadi barokah.
Jalannya Ujian
Peserta AMBK adalah siswa kelas IX sejumlah 200 peserta didik. Para peserta tersebut terbagi menjadi beberapa ruang, dan terbagi menjadi 2. Ada yang menggunakan komputer atau laptop, dan ada yang menggunakan smartphone dalam melaksanakan ujian.

Selain itu, AMBK tersebut dilaksanakan selama 9 hari. Terhitung mulai tanggal 22 Mei hingga 2 Juni. Termasuk dengan asesmen yang sifatnya ujian praktik, seperti mata pelajaran Penjaskes, Seni Budaya, dan masih banyak lagi. Dalam kesempatan yang sama, ia memberi motivasi agar para peserta AMBK MTsN 6 Ponorogo. Ia menyebut bahwa usaha, kerja keras, dan doa ialah kunci untuk meraih hasil yang terbaik dalam AMBK ini.
