
Jum’at (10/05/2024) MTsN 6 Ponorogo melaksanakan diklat fotografi dan videografi. Pelatihan tersebut merupakan salah satu dari kegiatan Diklat Tim Jurnalis di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponoorogo. Kendati demikian, semangat peserta diklat tak pernah kendur meski dilaksanakan di hari libur.
Setelah di hari pertama menerima materi kejurnalistikan dan reportase, di hari kedua ini peserta diklat menerima materi fotografi dan videografi. Dalam hal ini, materi masih berkesinambungan antara hari pertama dan kedua.
Pada materi tersebut, MTsN 6 Ponorogo mengundangan Tim Multimedia dari MAN 1 Ponorogo sebagai pemateri. Hal ini memang tim tersebut memiliki keahlian dalam foto maupun video. Itu dibuktikan dengan beragam penghargaan yang didapat pada tahun 2023/2024 ini.
Tim Multimedia terdiri dari Alwi Fauzia Ramadhani sebagai pembina, S.Pd., lalu ada Afhiz Novri Andika Kelas XII IPA Multimedia yang saat ini diterima di Multimedia Broadcasting Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kemudian ada Muhammad Rifqi siswa Kelas X yang sudah pernah meraih juara tingkat nasional.
Diklat di hari kedua ini dibuka oleh Pembina Tim Jurnalistik MTsN 6 Ponorogo, Hamdani Cahyoningtyas, S.Pd. Dalam sambutannya mengatakan bahwa mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan kreatifitas serta kemampuan para peserta. Sehingga, pada di era digital saat basis fotografi dan videografi para peserta bisa terasah dengan baik.
“Diharapkan kepada semua peserta dapat meningkatkan skill di dunia fotografi dan videografi. Hal ini dikarenakan masih linear dengan tema kita, yakni Madrasah Literasi Digital. Termasuk dengan diklat di hari pertama, yakni reportase,” katanya.
Materi Forografi dan Videografi

Setelah dibuka, kemudian Alwi Fauzia Ramadhani menyampaikan materi tentang fotografi dan videografi. Hal tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta. Hal tersebut dapat dilihat pada saat peserta mencatat dan mempotret materi yang dijelaskan.
Dalam penjelasannya, Alwy menyebut bahwa fotografi merupakan proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut. Ia menambahkan bahwa dalam menghasilkan gambar yang sangat bagus, maka peserta harus memahami metode segitiga exposure. Dimana metode ini adalah cara untuk menyeimbangkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera dan merekam foto.
“Tiga elemen dasar dalam bermain fotografi memiliki istilah exposure yaitu aperture, shutter speed dan ISO. Nah, masing-masing memiliki penjelasan sendiri. Seperti Aperture, adalah seberapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa (sangat penting terhadap efek depth of field/Bokeh). Kemudian Shutter speed (berapa lama sensor kamera akan terekspos oleh cahaya) dan ISO (tingkat sensitivitas sensor kamera),” jelasnya.

Tak hanya fotografi, Alwy juga menjelaskan tentang teknik videografi. Ia menjelaskan panjang lebar mengenai teknik pengambilan video, sudut pengambilan gambar dan masih banyak lagi. Namun dari semua hal tersebut, ia tak mempermasalahkan tentang alat.
“Hal pertama yang harus diperhatikan adalah skill. Alat mahal menawarkan Kemudahan, Kecepatan, dan Penampilan, tapi tidak dengan hasil,” tutup Alwy.
