
Sabtu (18/05/2024) MTsN 6 Ponorogo sukses menggelar kegiatan Purnawiyata 2023/2024. Kegiatan ini dilakukan bagi kelas IX angkatan ke 50. Acara tersebut dilaksanakan di halaman madrasah dan dihadiri banyak sekali tamu undangan. Mulai dari Wali murid, hingga Bupati Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa tuntas sudah pembelajaran selama 3 tahun. Peserta dari acara tersebut sebanyak 174 siswa. Bahkan tak hanya purnawiyata saja, melainkan juga wisuda program Tahfidz yang ke 4 dan diikuti oleh 20 siswa.

Selain para peserta kegiatan di acara purnawiyata, terdapat juga para siswa yang bertugas. Seperti Jurnalis yang meliput kegiatan, video, foto, dan dokumentasi lainnya. Ada juga padusa dan OSIM yang membantu lancarnya acara. Kemudian ada PKS dan Pramuka yang mengatur lalu lintas di kegiatan tersebut.
Purnawiyata tersebut dibuka dengan penampilan tari Milu Sarju. Setelah itu, para purnawiyatawan dan purnawiyawati masuk ke lokasi acara dengan iring-iringan cucuk lampah dan PKS. Sebelum masuk ke acara inti, masih ada penampilan pencak silat dan tari ronggeng nyentrik.

Pelaksanakan purnawiyata berlangsung dengan khidmat dan nampak wajah ceria dari peserta. Para wisudawan menggunakan setelan jas, sedangkan wisudawati mengenakan kebaya. Peserta maju satu per satu untuk menandai kelulusan mereka.
Usai pelaksanaan purnawiyata berlangsung, kemudian masuk acara Proses Uji Program Tahfidz. Satu per satu nama maju ke panggung sekaligus menghafal dan menerima soal hafalan dari penguji. Lalu dilanjut dengan sungkeman yang dilakukan oleh siswa program tahfidz.

Sambutan-Sambutan
Kepala MTsN 6 Ponorogo, Nyamiran, S.Pd. M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan bahwa semua siswa kelas IX sangat pintar, namun akhlaq lebih utama. Menurutnya, setan/iblis memiliki banyak ilmu, namun tidak punya akhlaq.
“Kami mengolah 3, satu olahraga, dua olahrasa, dan olah pikir. Olahraga, yang kami ajarkan di sini adalah raga, fisik, dan jasmani anak-anak. Olahrasa, itu yang diolah adalah hatinya. Supaya anak-anak memiliki rasa religius dan memiliki nilai-nilai keagamaan. Olah pikir, madrasah membekali ilmu kepada anak-anak supaya hidupnya terarah,” kata Nyamiran.

“MTsN 6 Ponorogo mampu bersanding dan bersaing. Kita bisa berfastbiqul khoirot dengan sekolah atau madrasah yang lain.”
“Untuk anak-anak, saat ini kalian bapak/ibu guru belum bisa mengantar kalian ke puncak. Tapi paling tidak, mereka sudah melangkah dan membimbingmu sampai ke puncak. Maka dari itu, jangan sampai kalian putus sekolah dan harus lanjutkan sekolah,” tutup Nyamiran.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Dr. H. Moh. Nurul Huda, M.Pd. mendoakan kepada semua wisudawan.
