Sengit, 2 Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 6 Ponorogo Adu Visi Misi

Dua pasang calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 6 Ponorogo menggelar kampanye di hadapan ratusan siswa madrasah setempat, Senin (04/11). Mereka beradu visi dan misi untuk menarik dukungan dari para pemilih.

Mengusung tema, Ciptakan Generasi yang Berjiwa Kepemimpinan, Berintegrasi, Beriman, dan Berataqwa. Miniatur demokrasi pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTs Negeri 6 Ponorogo digelar dengan apik.

Dua pasangan kandidat OSIM tersebut yakni, Prenanda Desta dari kelas VIII B dan Rima Rosyidah VII A dari kandidat nomor urut satu. Serta pasangan kandidat OSIM nomor urut dua atas nama, Bintang Yudha VIII C dan Priagung Bagus kelas VII B.

Diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah Nyamiran, yang memberikan dukungan kepada kedua pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTs Negeri 6 Ponorogo. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan dan kreativitas para siswa.

“Kami harap dengan dibukanya Pemilos ini, para siswa bisa menunjukkan potensinya dan bisa membawa Madradah ke arah yang lebih baik lagi,” tuturnya. 

Lebih lanjut Nyamiran menjelaskan, melalui kegiata miniatur demokrasi siswa tidak hanya mendapatkan teori tetapi praktik langsung untuk menjadi pemilih maupun yang dipilih dalam kegiatan demokrasi.

“Kami berharap anak-anak bukan hanya mendapatkan teori. Tetapi, bisa langsung praktik berdemokrasi secara bebas dan merdeka di madrasah,” tegasnya.

Pasang kandidat nomor satu Desta dan Rima menginginkan terciptanya siswa dan OSIM MTs Negeri 6 Ponorogo yang berkarakter, beriman, bertaqwa, paham digital, berbudaya serta berwawasan global.

“Kami ingin OSIM dan siswa madrasah lebih maju, berkarakter, berbudaya dan berwawasan global lewat program-program OSIM dan ektrakulikuler sekolah,” ucapnya.

Di sisi lain, pasangan nomor urut 2 Bintang dan Priagung menginginkan OSIM MTsN 6 Ponorogo menjadi organisasi yang memiliki rasa kekeluargaan, kepribadian yang baik, dan bergotong-royong. Serta  mewujudkan siswa madrasah yang memiliki daya literasi tinggi.

“Kami ingin menyalurkan bakat siswa-siswi madrasah dan memberikan keluluasaan bagi siswa untuk menyalurkan bakatnya masing-masing,” tuturnya.

Adu gagasan dan argumen dari masing-masing kandidat dilanjutkan di ruang PTSP madrasah. Kedua pasang kandidat mendapatkan pertanyaan dari perwakilan pimpinan madrasah dan anggota Majels Perwakilan Kelas (MPK). Dua kandidat juga diberikan kesempatan untuk saling melempar pertanyaan guna memepertajam argumen dari masing-masing kandidat. “Ini menjadi pembelajaran demokrasi yang bagus bagi anak-anak. Kami persilakan  anak untuk berekspresi dan berkreasi melalui kegiatan miniatur demokrasi ini,” imbuh Nyamiran.

Join Our Newsletter

Inputkan email anda dan ikuti artikel - artikel terbaru dari kami

Subscription Form