
Semarak pentas seni dan api unggun meriahkan malam puncak dalam kegiatan Pramtsansa Camp Event (PCE) MTsN 6 Ponorogo 2024, Minggu (22/12) malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan madrasah setempat. Semarak kegiatan ini diikuti seluruh peserta perkemahan.
Acara secara simbolik dibuka dengan penyulutan api unggun oleh Kepala MTsN 6 Ponorogo, Nyamiran. Setelah itu, dilanjutkan oleh 10 anggota Penggalang yang diiringi dengan pembacaan Dasa Darma Pramuka oleh para Dewan Galang Pramuka.

“Puncak Pramtsansa ini digelar untuk mengasah, mewadahi dan mengeksplor bakat dan potensi siswa dalam berbagai bidang, mulai dari seni hingga bela diri,” tutur Nyamiran.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan acara puncak Pramtsansa juga akan digelar hingga Senin pagi (23/12) dengan penampilan Seni Reog Simo Mbaurekso dari para siswa. Penampilan group tari Reog andalan MTsN 6 Ponorogo tersebut, juga sebagi penutup tanda berakhirnya rangkaian Pramtsansa Camp Event 2024.
“Sebagai acara puncak kami juga menampilkan tari Reog lengkap dari group reog kami, Simo Mbaurekso yang nantinya juga akan ditayangkan secara live melalui channel youtube madrasah,” paparnya.

Setelah acara api unggun, dilanjutkan dengan pentas seni dari masing-masing regu. Adapun pentas seni yang ditampilkan antara lain, paduan suara, dangdut band, flash mob, tari nirmala, tari wonderland, pecak silat, dance cover dan penampilan menarik lainnya.
Cuaca malam yang dingin tertutupi dengan hangatnya api unggun dan semangat atusias para peserta perkemahan. Setelah semua regu menampilkan bakat dan aksinya, tepat pukul 22.00 para peserta diarahkan untuk kembali ke basecamp masing masing.




Pembina Pramuka MTsN 6 Ponorogo Fathul Hadi Wibowo juga menyampaikan beberapa hal mengenai kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui kegiatan pramuka siswa dilatih untuk memiliki karakter yang unggul, memiliki rasa peduli terhadap sesama, dan juga rasa cinta kepada tanah air.
“Kami berharap dengan adanya puncak semarak Pramtsansa Camp Event (PCE) 2024 ini, bisa membentuk karakter siswa-siswi madrasah menjadi generasi emas Indonesia, yang berjiwa Islami, berpertasi, dan mengiapirasi,” ucap Fathul Hadi Wibowo.

