
Didampingi oleh guru, siswa-siswi MTsN 6 Ponorogo Program Layanan Bina Prestasi (Binpres) dan Ma’had, merasakan pengalaman spiritual yang mendalam dalam kegiatan wisata religi yang berlangsung pada Minggu (17/3). Kegiatan tersebut memiliki tema penguatan “Pendidikan Spiritual serta Mencari Barokah & Ridho Allah SWT dengan Wasilah Waliyullah”.
Dalam perjalanan ini, mereka berkunjung dan berziarah ke makam para tokoh-toko besar dan berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Ponorogo. Terutama makam yang berada di Wilayah Dusun Bogem, Desa Sampung.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo, Nyamiran menuturkan bahwa kegiatan wisata religi ini bertujuan untuk meningkatkan karakter religius siswa-siswi madrasah tersebut. Wisata ini juga merupakan rangkaian kegiatan Pondok Romadhon serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, penyebaran, dan jejak Penyiaran agama Islam di Ponorogo.

“Para siswa-siswi, kami ajak untuk merenung dan mengambil hikmah dari para tokoh yang berjasa menyebarkan agama islam di Ponorogo,” tutur Nyamiran.
Lebih lanjut pihaknya menyebutkan, rombongan mengunjungi beberapa makam tokoh penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Ponorogo. Dimulai dari makam Kyai Khalifah Bogem Sampung, Kyai Abdurohman Bogem Sampung dan KH. Ageng Besari Tegalsari. Mereka berziarah dan berdoa di dekat makam tokoh tersebut.
Setiap kunjungan juga diiringi oleh penjelasan dari guru pendamping tentang kehidupan dan jasa-jasa para tokoh dalam menyebarkan agama Islam. Selain itu, para siswa juga diajak untuk dapat memahami ilmu para tokoh pendahulu.

“Kami ajak anak-anak untuk bisa menyerap ilmu-ilmu para tokoh pendahulu dalam memaknai dan menyebarkan agama islam,” ungkap Nyamiran.
Acara wisata religi ini tidak hanya memberikan pengalaman spiritual yang berharga bagi para siswa-siswi, tetapi juga memperkuat ikatan mereka dengan warisan budaya dan sejarah Islam. Harapan kedepannya, dapat membuat siswa siswi memiliki karakter yang religius. Tak hanya itu, siswa siswi MTsN 6 Ponorogo menjadi generasi yang dapat bersosial dalam kehidupan di masyarakat.
“Kami berharap melalui wisata religi ini dapat meningkatkan karakter religius siswa. Serta dapat menjadi generasi yang berkontribusi positif dalam masyarakat,” harapnya.
