
Tingkatkan kualitas pembelajaran, MTsN 6 Ponorogo menggelar Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) & Deep Learning. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jumat 4-5 September 2025, bertempat di Auala Mahad Al Mutaqin Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Poonrogo. Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta ini menghadirkan narasumber langsung dari BKD Surabaya dan Pokjawas Provinsi Jawa Timur.
Mengusung tema “Mewujudkan Ruh Cinta dalam Dunia Pendidikan”, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya menanamkan nilai cinta dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dalam bidangnya yakni, Dr. Agus Akhmadi dari Widya Iswara BKD Surabaya, dan Ruslan Thohirin, Pokjawas Provinsi Jawa Timur. Dibuka secara langsung oleh Kepala Kemetrian Agama Ponorogo, Dr. Moh. Nurul Huda, M.Pd. BIMTEK dan Deep Learning ini diikuti para guru madrasah di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 6 Ponorogo.

Dalam sambutanya, Kepala Kementrian Agama Ponorogo Dr. Moh. Nurul Huda, M.Pd. mengapresiasi MTsN 6 Ponorogo yang telah melaksanakan kegiatan BIMTEK KBC dan Deep Learning yang luar biasa. Membawahi 15 madrasah di wilayah KKM 6 Ponorogo, MTsN 6 Ponorogo dapat mewujudkan Koordinasi, Informasi, Integrasi Sinkronisasi, dan Kolaborasi (KISSKo) antar madrasah. Dengan terwujudnya KISSKo diharapkan dapat menciptakan suasana guyub rukun harmonis antara madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami harapkan Bapak Ibu bisa melakukan, adopsi, adaptasi, dan eksekusi, kemudian dievaluasi serta ditindak lanjuti ilmu yang didapat setelah mengikuti BIMTEK KBC dan Deep Learning ini. Semoga madrasah kita bisa melahirkan generasi islami, sehingga mampu mengangkat drajat Bapak Ibu guru di dunia dan akhirat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Ponorogo Nyamiran menyampaikan, kegiatan Bimtek KBC dan Deep Learning merupakan wujud kolaborasi pendidikan yang apik antar madrasah di wilayah KKM 6 Ponorogo. Kegiatan ini menjadi kebutuhan penting masa kini untuk para guru dalam mendidik peserta didik.

“BIMTEK KBC dan Deep Leraning ini menjadi bekal untuk mengasah dan mengasuh anak didik menjadi generasi yg hebat dan luar biasa,” tuturnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh peserta bimtek untuk menanamkan semangat ibadah dalam mengelola madrasah. Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa persaudaraan dan menjaga kekompakan dalam memajukan mutu pendidikan madrasah.
“Roh KBC yang sebenarnya adalah menumbuhkan rasa cinta pada pekerjaan, cinta pada para siswa. Sehingga dalam proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal,” ungkap Nyamiran.
Disisi lain, Pokjawas Provinsi Jawa Timur Ruslan Thohirin dalam sesi BIMTEK menyampaikan, bahwa kegiatan Bimtek KBC diadakan untuk meningkatkan kompetensi kepala madrasah dan guru dalam menyusun dokumen perencanaan pendidikan yang akurat, berbasis data, dan memanfaatkan teknologi.

“Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam diharapkan mampu membentuk suasana belajar yang humanis, penuh cinta, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran,” tuturnya