
Gemuruh nan riuh dalam lantunan Sholawat yang dilaksanakan di MTsN 6 Ponorogo, Jumat (20/09/2024). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semua elemen madrasah nampak antusias dalam melantukan Sholawat kepada Nabi dengan iringan Hadroh Rijalul Muttaqien, dari Ma’had Al Muttaqien.
Pada momen ini, Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo mendatangkan mubaligh yakni Gus Yusuf serta Ustadz Muhim. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Ponorogo. Tema yang diusung adalah Menjadi Pemuda Idaman dengan Meneladani Akhlak Rasulullah.
Kegiatan ini diawali dengan pelantunan Sholawat yang dilangsungkan dalam suasana penuh haru dan hikmat. Dalam hal ini, seluruh elemen madrasah menyatu dalam do’a dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjut dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjut dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an.

Kepala MTsN 6 Ponorogo, Nyamiran, S.Pd. M.Pd.I mengatakan bahwa dengan memperbanyak sholawat akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad.
“Dengan kita memperingati Maulid Nabi, harapannya kita bisa mencontoh dan menjadikan Rasullah S.A.W sebagai panutan. Dengan kita membaca Sholawat dan banyak memuji Nabi Muhammad, dengan harapan suatu saat nanti kita akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah,”
“Ketika suatu saat nanti semua umat manusia butuh pertolongan, dan bingung kepada siapa minta pertolongan. Maka ingatlah, satu satunya yang oleh Allah diberi hak untuk memberi pertolongan dan memberi syafaatnya hanya satu, yakni Kanjeng Nabi Muhammad,” tutupnya.

Selepas memberi sambutan, kemudian dilanjut dengan lantunan Maulid Al Barzanji oleh Ustadz Muhim. Dilanjut dengan sholawat Mahalul Qiyam, lantunan sholawat tersebut diikuti seluruh siswa dengan penuh keberkahan.
Pengajian MTsN 6 Ponorogo
Setelah itu, Gus Yusuf menyampaikan banyak sekali tausiyah kepada siswa-siswi MTsN 6 Ponorogo. Dalam tausiyahnya, Gus Yusuf menyebut bahwa sangat penting bagi kita menyambut gembira peringatan Maulid Nabi. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad merupakan tauladan bagi umatnya, dan sebagai umat maka harus mendahulukan akhlaq.

“Dalam Kitab Washoya disebutkan Wahai anakku, tidak sempurna iman seseorang sebelum cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaannya terhadap segala sesuatu selain Allah dan Rasul-Nya,” ujar Gus Yusuf.
“Kita sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad, maka kita harus khurmat dan Ta’dzim dengan peringatan Maulid Nabi. Tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Alla SWT dan menambah rasa cinta kepada Nabi Muhammad,” tutupnya.
