
MTsN 6 Ponorogo kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan lolosnya Tim KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) dalam ajang Lomba Peneliti Belia (LPB) 2024 tingkat Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabara, Sabtu (16/11).
Prestasi ini menegaskan komitmen Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Ponorogo dalam mendorong bakat-bakat peneliti muda untuk berkarya di tingkat nasional. Lomba Peneliti Belia (LPB) adalah kompetisi yang ditujukan bagi siswa semua jenjang pendidikan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang penelitian, serta mendorong mereka menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala MTs Negeri 6 Ponorogo, Nyamiran mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian ini. Pihaknya menyebut, keberhasilan ini bukan hanya prestasi sekolah, tetapi juga bukti nyata bahwa potensi siswa dalam bidang penelitian sangat luar biasa.

“Kami berharap momentum ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus mengembangkan diri. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penelitian yang inovatif dan solutif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pimpinan Madrasah tersebut menyampaikan, dengan pencapaian ini, MTsN 6 Ponorogo sekali lagi membuktikan eksistensinya sebagai madrasah yang unggul dalam berbagai bidang. Khususnya, dalam mendorong penelitian yang kreatif dan inovatif di kalangan siswa.
“Lewat ajang Olimpiade Peneliti Belia ini, kami ingin mengajarkan anak-anak untuk memiliki jiwa berani berkompetisi. Khususnya dalam bidang karya-karyaa ilmiah,” imbuhnya.

Pada kesemptan ini, Tim Peneliti Belia MTsN 6 Ponorogo bersaing dengan 143 tim lainnya. Terdapat 5 bidang dalam Lomba Peneliti Belia 2024. Dengan rincian Bidang Fisika 19 tim, Ilmu Hayati 40 tim, Bidang Matematika 22 tim, Ilmu Komputer 19 tim, dan Ilmu Lingkungan 43 tim peneliti. Dengan banyaknya persaingan ini, membuat siswa memiliki rasa berkompetisi yang kuat.
“Lomba ini untuk sekolah menengah mulai dari SMP, SMA,SMK, dan Madrasah. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Lomba ini tingkatnya Provinsi, yang nantinya juara akan mewakili Jatim untuk tingkat Nasional,” ucap Direktur Center for Young Scientists, Monika Raharti, Ph.D.