
Guna mendongkrak mutu pelayanan pendidikan, MTsN 6 Ponorogo menggelar diklat Capacity Building di Hotel Amaris, Ponorogo, Minggu (19/7). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata madrasah dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, pelayanan publik, serta soliditas internal lembaga.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan secara senang dan khidmat. Hal ini sengaja dihelat untuk menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) madrasah. Apalagi, saat ini menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Kepala MTsN 6 Ponorogo, Muhadi, M.Pd.I menjelaskan bahwa sinergi antar-lini merupakan kunci utama untuk membawa madrasah menjadi lembaga yang unggul dan berprestasi. Menurutnya, sebuah instansi pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya koordinasi yang kuat antara tim pengajar dan staf tata usaha.

SAMBUTAN KEPALA MTsN 6 PONOROGO
“Kegiatan ini bukanlah sekadar agenda rutinitas. Melalui Capacity Building, kita bersama-sama me-refresh dan me-recharging kembali semangat, motivasi, serta kinerja kita. Di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang, madrasah kita membutuhkan SDM yang tangguh, adaptif, dan solid,” kata Muhadi.
“Kekompakan dan kerja sama tim (teamwork) adalah kunci utama mutu dan prestasi madrasah. Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, energi positif yang kita bangun di sini dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari. Mari kita jadikan momen ini untuk mempererat kebersamaan, meluruskan niat, dan meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada para siswa,”
Sepanjang acara, diklat dikemas secara interaktif dengan memadukan sesi materi strategis dan dinamika kelompok. Para peserta tampak antusias mengikuti simulasi team building yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, komunikasi efektif, serta kemampuan pemecahan masalah secara kolektif.

Melalui momentum ini, seluruh hasil evaluasi dan energi positif dari diklat akan langsung diimplementasikan dalam ritme kerja sehari-hari di lingkungan MTsN 6 Ponorogo. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kolektif yang ditandatangani oleh seluruh peserta. Hal ini sebagai simbol kesiapan menyongsong tahun ajaran baru secara baik.
Dengan selesainya diklat ini, para guru dan staf diharapkan membawa pulang tidak hanya pemahaman baru mengenai kerja tim. Melainkan juga motivasi segar yang siap ditularkan ke dalam ruang-ruang kelas di madrasah.
